Cerita Sejarah

Cerita Sejarah


Klono Sewandono adalah seorang raja dari sebuah wilayah yang bernama Wengker, berniat memboyong untuk di jadikan istri seorang putri dari Doho, Putri tersebut bernama Songgo Langit.

Dalam prosesnya Putri Songgo Langit memberikan sebuah syarat untuk diboyong ke wengker, yaitu Prabu Klono Sewandono harus membawa Hewan berkaki empat dan berkepala dua.

Persyaratan tersebut diupayakan sedemikian rupa, Prabu Klono Sewandono mengutus Pujangga Anom dan pasukan waroknya untuk mencarikan hewan permintaan Putri Songgo Langit tersebut, namun akhirnya dalam perjalanan membawa sekian banyak hewan namun belum ada yang seperti permintaan songgo langit.

Akhir kisah dalam perjalanan si burung merak berdiam diri diatas kepala harimau sambil memekarkan ekornya dan dianggaplah itu sebagai pemenuhan permintaan Putri Songgo Langit.

Itulah Kisah perjalana Prabu Klono Sewandono yang memboyong Putri Songgo Langit, yang hingga saat ini dilestarikan menjadi sebuah kesenian Reog Ponorogo .


Sebagian Bumi Wengker telah berubah nama menjadi Ponorogo yang sekarang ini, serta yang sekarang bernama Kediri (Kadiri), dulunya adalah Bumi Doho.


Wilwatikta di timur Doho tidak hancur dari dalam karena pengkhianatan, namun murkanya alam menjadi bencana yang menimbun kemegahan keraton karena upeti yang mencekik rakyatnya.


Jatuhnya Wilwatikta telah memisahkan antara yang menerima dan menolak Nur(cahaya), Akhirnya Prabu Brawijaya mengasingkan diri di Puncak Lawu. Sebagian keturunannya yang menerima Nur(cahaya) menjauhi puing2 keraton bergeser ke Barat, mengikuti jejak leluhurnya, Kediri >> Madiun >> Ponorogo, sebagian menjadikan Mataram Islam.


Demikian tulisan cerita ini, Berikan komentar anda mengenail cerita ini, barangkali ada cerita lain yang lebih akurat dan benar serta didukung oleh bukti-bukti otentik.

Wassalamu Alaikum Wr Wb

Rahayu-Rahayu-Rahayu

🙏🙏🙏

Comments

Popular posts from this blog

Bani/Trah Kyai Aspani (Mbah Pan ) - Malo